Singapore Airlines Resmi Buka Laboratorium Inovasi Digital

SINGAPORE Airlines secara resmi membuka laboratorium inovasi digital yang dinamakan KrisLab. Laboratorium tersebut merupakan bagian dari program investasi signifikan SIA Group yang bertujuan untuk memposisikan SIA sebagai maskapai digital terkemuka di dunia.

Menurut Singapore Airlines CEO, Goh Choon Phong mengatakan peresmian KrisLab sejalan dengan Inovasi Digital Blueprint milik maskapai yang diluncurkan pada tahun 2018. Dibawah Blueprint ini, SIA bekerja untuk mengembangkan dan mendidik komunitas teknologi penerbangan dan perjalanan digital di Singapura melalui berbagai kerja sama kolaboratif dengan organisasi-organisasi seperti Agency for Science, Technology and Research, National University of Singapore (NUS), dan mitra lainnya, bersama dengan dukungan dari Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) dan Economic Development Board (EDB).

“KrisLab berfungsi sebagai ruang kerja kolaboratif untuk karyawan SIA Group dalam mengembangkan ide-ide yang inovatif dan berinovasi dengan berbagai mitra eksternal, perusahaan rintisan (start-up), perusahaan inkubator (incubators) dan perusahaan akselerator (accelerators) yang sudah mapan, sehingga SIA Group dapat sepenuhnya mengaplikasikan digitalisasi dan teknologi dalam segala aspek pada operasi bisnisnya,” ujarnya.

Dikatakan, beberapa teknologi tersebut diantaranya seperti blockchain, mixed reality devices, artificial intelligence dan data analytics yang dapat digunakan dan dieksplor oleh karyawan SIA ketika mereka mengembangkan inisiatif digitalnya.

“Peluncuran KrisLab merupakan langkah yang signifikan dalam perjalanan program transformasi digital kami dan merangkum ambisi kami untuk menjadi maskapai digital terkemuka di dunia. Kami senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas digital kami dengan menyediakan alat dan infrastruktur yang tepat bagi karyawan kami untuk mengembangkan ide mereka, serta dengan bekerja sama dengan berbagai mitra eksternal dan perusahaan rintisan (start-up) untuk membantu memecahkan tantangan bisnis yang ada,” kata Goh Choon Phong.

Ditambahkannya, karyawan kami dapat mengajukan berbagai ide dan solusi untuk dievaluasi oleh tim Laboratorium Inovasi Digital berdasarkan kesiapan teknologi dan implementasinya, serta daya tarik pasar dan strategis. Ketika suatu ide sudah disetujui, pendanaaan awal beserta dengan keahlian milik tim Laboratorium Inovasi Digital akan disediakan untuk mengembangkan ide dan solusi ini lebih jauh menjadi sebuah prototipe, sebelum maju menuju tahap implementasi.

“Salah satu inovasi yang sedang dijelajahi di KrisLab melibatkan penggunaan teknologi virtual reality untuk memungkinkan desainer kami seakan-akan memasuki pesawat dan mengeksplorasi atau mengganti konsep desain kabin secara cepat. Hal tersebut  merupakan satu di antara banyak inisiatif yang dijelajahi Maskapai ini untuk meningkatkan operasi dan pengalaman konsumen secara keseluruhan,” ungkapnya.

Dijelaskannya kembali, selain membantu para karyawan dalam mengembangkan ide inovasi mereka sehingga membuahkan hasil, tim Laboratorium Inovasi Digital sudah bekerja dengan beberapa institusi riset seperti A*STAR dan NUS untuk melakukan riset pada area teknologi yang mendalam. Hal ini akan memberikan keunggulan yang kompetitif bagi SIA di beberapa area seperti manajemen pendapatan, smart seats, pelatihan virtual, dan perawatan pesawat yang dapat diprediksi, dan yang lainnya. [photo special]