Bisnis Hotel Terganjal Tren Penurunan Lama Menginap Wisatawan

TERNYATA Lama menginap wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di hotel berbintang Indonesia kian menurun pada tahun ini.

Menurut Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rainier Daulay mengatakan, rerata lama menginap wisatawan sepanjang tahun ini hanya 2-3 hari. Padahal, tahun lalu mencapai rata-rata 5-6 hari.

“Penurunan ini karena pengaruh kondisi ekonomi yang cukup sulit tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Faktor lain yang memengaruhi penurunan lama menginap wisatawan adalah kian ketatnya persaingan hotel berbintang dengan Airbnb dan bisnis homestay,” ujarnya.

Dikatakan, rerata wisatawan menginap di hotel berbintang hanya 2 hari-an. Sisanya kebanyakan di homestay dan Airbnb. Saya berharap pemerintah dan pelaku usaha sektor pariwisata segera membahas strategi agar dapat memperlama waktu inap wisatawan, khususnya di hotel berbintang.

“Kita harus duduk bersama, bahas atraksi apa yang bisa membuat mereka lama tinggal di hotel berbintang, dan perbesar spending serta pengaruh ke devisa,” kata Rainier.

Sementara Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia Azril Azahari berpendapat, mayoritas wisatawan saat ini lebih memperhatikan aspek penghematan untuk menekan biaya akomodasi.  Untuk akomodasi memang wisman dan wisnus lebih memilih menginap murah seperti di homestay dan Airbnb karena hanya untuk tidur dan mandi.

“Selain itu, wisatawan menyukai tempat penginapan yang menawarkan nuansa kultur yang otentik layaknya hidup bersama dengan masyarakat local,” ungkapnya.

Begitu pula Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto memaparkan, rerata lama menginap wisman dan wisnus di hotel bintang di Indonesia mencapai 1,97 hari selama September 2018. Angka ini tidak berubah secara year on year.

Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2018 atau secara month to month, rerata lama menginap pada September 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,03 poin. Secara umum, rerata lama menginap tamu asing pada September 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,85 hari dan 1,79 hari. [bisnis.com/photo special]