Destinasi Tirta Nusantara Bidik Kunjungan Wisman Naik 20%

ADALAH PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk atau Panorama Destination lebih optimis pada tahun ini, kendati event internasional tidak sebanyak tahun lalu, namun manajemen menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bisa bertumbuh tahun ini.

Menurut AB Sadewa, VP Brand & Communication perusahaan menjelaskan pada tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan yang di-handle perusahaan mengalami penurunan. Pada tahun 2017, jumlah wisman mencapai 160.000, sedangkan tahun lalu hanya sekitar 130.000.

"Kalau kondisi baik-baik saja, tahun ini kami targetkan tumbuh 20% untuk pax atau peningkatannya dari 130.000 itu. Salah satu market terbesar masih akan berasal dari wisatawan asal Eropa, kemudian disusul Asia. Saat ini, kontributor wisatawan asal Eropa mencapai 54% dari jumlah wisman yang didatangkan oleh Panorama Destination, disusul dari negara-negara Asia dan Asia Tenggara,” ujarnya.

Dikatakan, tren intra ASEAN itu semakin tinggi dan memang kalau dilihat data wisman yang ke Indonesia dari negara-negara ASEAN juga tinggi, ini salah satu potensi yang dijajaki. Namun tidak hanya mengandalkan penerbangan berjadwal untuk menggarap pasar Eropa dan Asia. Manajemen juga melakukan charter flight untuk membawa wisman tersebut ke tujuan-tujuan wisata di Indonesia.

Lirik Potensi Gelaran Moto GP di Indonesia

Mulai tahun 2021, Indonesia akan menggelar seri balap motor dunia Moto GP. Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat didapuk menjadi penyelenggara ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.

Hal ini membuat operator tour mulai bersiap menggarap potensi tersebut dengan membuat produk wisata pendukung. Salah satunya PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk yang bersiap menjadikan Mandalika sebagai salah satu destinasi yang ditawarkan.

“Iya, kalau disiapkan dengan baik, potensi (Moto GP) menarik wisatawan mancanegara itu besar. Penyelenggara harus lebih siap untuk menggelar event tersebut, khususnya persoalan tiket. Berkaca pada tiket Asian Games lalu, yang baru dijual untuk wisatawan mancanegara H-30, membuat kesulitan operator tour mem-bundling paket wisata,” kata AB Sadewa.

Ditambahkannya, para organizer harus menyiapkan masalah ticketing dari jauh-jauh hari, karena wisman mau nonton Moto GP itu yang dikejar tiketnya dulu, baru tiket pesawat, hotel dan lainnya. Seperti gelaran Olimpiade Tokyo tahun depan yang sudah mulai menjual tiket sejak setahun sebelumnya. Bila persoalan ticketing bisa di-handle dengan baik, gelaran Moto GP di Indonesia dipastikan menjadi salah satu magnet wisata bagi pecinta balap motor dari seluruh dunia.

"Harusnya untuk menarik wisman datang disiapkan misalnya ticketing mulai dijual 6-8 bulan sebelumnya, dijual early bid, promo dan lainnya. Jadi ini harus ada kerjaan setahun sebelumnya. Yang jelas, saya belum mau membeberkan produk apa yang ditawarkan terkait dengan Moto GP. Namun kalau terkait reservasi tiket bisa dilakukan jauh-jauh hari, wisman akan berduyun-duyun menonton seri Moto GP di Indonesia pada 2021 mendatang,” ungkapnya.

Dijelaskannya kembali, pasti kan berbeda wisman yang pergi untuk suatu event kemudian kita tawarin product tour, tidak akan sepenuhnya di-convert kecuali half day tour activity yang tidak pergi jauh-jauh dari Lombok. [kontan.co.id/photo special]