GMF Aeroasia Optimistis Pendapatan Naik 10%-15% di Akhir Tahun ini

ADALAH PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk yang masih optimistis pendapatan tumbuh 10% sampai 15% di akhir tahun ini. Pada 2017 lalu perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar US$439,28 juta.

Menurut VP Corporate Secretary GMF Fidiarta Andika mengatakan, GMF belum merevisi target pendapatan di tahun ini. Guidance kami masih sama.

“Sampai kuartal III 2018, GMF mencatat total pendapatan US$334,69 juta. Total pendapatan di kuartal III 2018 tersebut tumbuh 7,7% dibandingkan pendapatan di kuartal III 2017 yang sebesar US$310,53 juta,” ujarnya.

Dikatakan, sementara, beban perusahaan naik 15,6% di kuartal III 2018 menjadi US$295,6 juta dari US$255,3 juta di kuartal III 2017. Tahun ini, GMF juga mencatat rugi kurs sebesar US$1,72 juta.

GMF Bangun Pabrik Ban di Tangerang

GMF yang  akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal China yakni China Communication Construction Company (CCCC) untuk membangun pabrik ban pesawat pertama di Indonesia.

“Adapun total nilai investasi untuk pembangunan pabrik pesawat di Indonesia sebesar US$500 juta. Pihak kami belum bisa membeberkan soal rencana kerjasama itu lebih detil. Kami masih dalam tahap persiapan fokusnya,” kata Fidiarta Andika.

Ditambahkannya, persiapan itu berupa proyeksi kebutuhan investasi, peluang, serta biaya-biaya lain yang perlu dikeluarkan. Soal sumber dana, sayang saya tidak bisa menjelaskan akan darimana sumber dana yang diperkirakan sebesar US$500 juta itu.

“Targetnya pembangunan bisnis pabrik ban tersebut dapat dilakukan pada kuartal pertama tahun depan dan ditargetkan rampung 20 hingga 24 bulan ke depan. Pabrik ini rencanannya akan dibangun di wilayah Tangerang. Harga ban pesawat tersebut nantinya jauh lebih murah daripada ban pesawat impor dengan kualitas yang tetap sama,” ungkapnya. [kontan.co.id/photo special]