PHRI: Pemerintah Harus Lebih Fokus Garap Wisatawan Domestik

PERHIMPUNAN Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berharap pemerintah dan stakeholder berfokus mengembangkan wisatawan domestik. Dengan jumlah penduduk yang besar, potensi wisatawan domestik akan lebih tinggi ketimbang wisatawan mancanegara (wisman).

Menurut Sudrajat, Wakil Ketua Umum PHRI menyampaikan bahwa saat ini pemerintah berfokus mendatangkan 20 juta wisatawan pada tahun 2019. Padahal, potensi wisatawan yang berpergian ke luar negeri juga cukup banyak. Ketimbang berfokus menggarap wisman, saya berharap wisata inbound lebih dikembangkan.

“Tahun lalu diharapkan wisman bisa 17 juta tetapi yang tercapai kan hanya 14 juta atau 15 juta saja. Itu tidak ada artinya dibandingkan 360 hari, kecil sekali efeknya. Saya juga kurang yakin target 20 juta wisman akan tercapai pada tahun ini. Sehingga ia berharap pemerintah bisa berfokus kepada wisatawan domestik,” ujarnya.

Dikatakan, selain pengembangan tempat tujuan wisata baru, juga mulai diberikan aturan yang bisa mendorong tujuan wisata. Negara Jepang itu berusaha penduduknya tidak keluar negeri dengan cara memberi pajak orang yang ke luar negeri. Harusnya kita juga seperti itu, yang berlibur ke luar negeri harus bayar pajak sehingga devisa tidak keluar.

Ditambahkannya, dengan promosi yang dilakukan pemerintah dan stakeholder di luar negeri saja target mendatangkan wisatawan mancanegara tidak dapat dipenuhi. Di lain sisi, justru wisatawan domestik yang melakukan outbond travel justru semakin meningkat dari hari ke hari.

“Kami harapkan seluruh institusi pariwisata mulai menggerakan wilayahnya. Apalagi kita ada tol baru yang bisa dipromosikan untuk digunakan berlibur," ungkapnya. [kontan.co.id/photo traveltext]