Tahun Politik, Whitesky Aviation Berharap Bisnis Tetap Tumbuh

ADALAH PT Whitesky Aviation yang tidak terlalu menggebu memandang bisnis di tahun 2019. Pasalnya meski tahun ini merupakan tahun politik pihak perusahaan hanya menargetkan ada pertumbuhan pendapatan sebesar 3%.

Menurut Denon Berriklinsky Prawiatmadja, Presiden Direktur Whitesky Aviation mengatakan, masa politik atau kampanye memang bisa menjadi tambahan pendapatan perusahaan, tetapi bukan pemasukan utama

“Kerjasama dengan Garuda Indonesia, Whitesky Aviation optimistis utilisisasi terkerek. Bagi Whitesky income utamanya masih dari kontrak korporasi, untuk Helicity sendiri lebih banyak melayani individu sekitar 20 flights per bulan dan per helicopter," ujarnya.

Dikatakan, selama ini yang banyak menggunakan Helicity dominan berasal dari kalangan bisnis dan keluarga. Terkait kampanye pihak kami akan menyiapkan armada yang tidak memiliki kontrak jangka panjang seperti helicopter.

"Untuk momen politik atau kampanye sendiri pihak perusahaan telah menyediakan sekitar 2 Helicopter dengan tarif sewa yang dikenakan charter per jam, dimana per jamnya antara US$2.000 sampai US$5.000 dikonversikan ke rupiah, tergantung type helicopter-nya," kata Denon.

Ditambahkannya, sementara memandang prospek bisnis tahun ini, saya cukup optimis karena pihak perusahaan akan fokus kepada pembangunan Heliport di Cengkareng yang diharapkan pada tahun 2020 sudah banyak kegiatan yang berlangsung.

"Penyelesaian pembangunan Heliport di Cengkareng merupakan strategi pengembangan bisnis kami dalam mendapatkan diversifikasi income dan penambahan armada helicopter ke depannya," ungkapnya. [kontan.co.id/photo special]