Bangun Wisata Digital, Kemenpar Bidik Wisatawan Milenial di London

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) berencana mengarap pasar milenial dengan menyelesaikan pendirian sekitar 100 tujuan obyek wisata digital yang instagramable untuk dapat menjaring lebih banyak lagi generasi milenial yang senang berwisata.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan sehubungan dengan makin maraknya wisatawan milenial yang belum banyak digarap. Bahkan dalam pameran pariwisata WTM London yang berlangsung di Gedung Excel London dari tanggal 5-7 November belum banyak negara yang sungguh-sungguh mengarap wisatawan milenial ini.

"Padahal pangsa pasar wisatawan milenial cukup besar sekitar 50% dari wisatawan biasanya. Wisatawan milenial sangat sadar akan kebutuhan untuk diakui dengan foto-foto yang indah untuk diunduh di akun instragram. Saat ini diperkirakan pengguna aktif Instagram melebihi angka 400 juta setiap bulannya,” ujarnya.

Dikatakan, untuk itu saya akan mengkaji ulang atraksi atau kegiatan pariwisata yang ada yang akan dapat menarik lebih banyak wisatawan milenial yang akan dapat menjadi trending topik. Apakah event-event yang ada sudah memenuhi kebutuhan kaum milenial.

“Kemenpar akan meningkatkan promosi pariwisata dengan memanfaatkan media digital, menyiapkan jaringan pariwisata digital yang luas untuk mendorong bisnis online dan penggunaan media sosial yang signifikan di semua pasar,” kata Arief Yahya.

Ditambahkannya, pada 2016, hampir setengah yaitu 49% pengunjung Indonesia adalah generasi milenial dengan usia di bawah 35 tahun dan ini terus bertambah. "Jadi, kami menggunakan wisata digital di dalam dan di luar Indonesia untuk menjangkau pemirsa ini dengan cara mereka ingin berkomunikasi. Indonesia dinyatakan oleh World Travel and Tourism Council (WTTC) memiliki sembilan sektor pariwisata berkembang di dunia, ketiga di Asia, dan pariwisata yang tumbuh paling cepat di Asia Tenggara.

“Telegraph menempatkan Indonesia di antara 20 negara dengan pertumbuhan tercepat  sektor pariwisata tumbuh 22% pada tahun 2017. Ini dianggap sebagai empat kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan regional (7,0%) dan global (6,4%). Di Indonesia, pertumbuhan pariwisata menjadi bersinar di antara industri lain,” ungkapnya.

Dijelaskannya kembali, sektor pariwisata telah menyumbang US$15 miliar ke pendapatan negara pada tahun 2017, lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar US$12,2 miliar pada  2015 dan US$13,6 miliar pada 2016. Kunjungan wisatawan asing juga telah meningkat secara signifikan, dari 9,7 juta pada tahun 2015 menjadi 11,5 juta dan 14 juta pada tahun 2016 dan 2017.

“Mulai September, jumlahnya wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia meningkat 11,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pariwisata Indonesia rata-rata tumbuh dua digit setiap tahun dan Kemenpar memperkirakan akan mencapai 17 juta pengunjung pada akhir 2018. Kami merasa tidak sukar untuk mencapai target sebesar 20 juta pada 2019," tutur Menpar. [antaranews]