Forwapar Kembali Gelar Indonesia Tourism Outlook Series ke-2

FORUM Wartawan Pariwisata (Forwapar) kembali menggelar Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2019, sebagai acara yang berkelanjutan sejak 2017 lalu.

Menurut inisiator dan penyelenggara ITO, Ketua Umum Forum Wartawan Pariwisata Indonesia (Forwapar) Fatoer Fatkhurrohim mengatakan acara ini merupakan upaya untuk menganalisis prospek, peluang, dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak tentang deregulasi cyber di era pariwisata saat ini dalam bentuk seminar yang menyajikan informasi, data dan gambaran terkini dan masa datang tentang perkembangan Industri pariwisata Indonesia.

“Indonesia Tourism Outlook 2019 yang akan diadakan pada Selasa (27/11/2018) di Sumba Room Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia Tourism Outlook 2019 direncanakan akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya sebagai langkah maju dalam dunia Pariwisata Indonesia 2019,” ujarnya.

Dikatakan, Indonesia Tourism Outlook 2019 akan mendiskusikan serta mengambil tema beberapa hal mengenai Deregulation in Cyber Tourism Era dengan keynote speaker Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan beberapa pembicara terkenal lainnya dari TripAdvisor, Baidu Thailand, Faisal Basri, Ni Wayan Giri Adnyani, Deputy Marketing Development Kemenpar, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, Ridzki Kramadibrata, Excecutive Director Grab Indonesia dan Daniel Oscar Baskoro, ICT for Developmenr Reseacher.

“Skema forum menitikberatkan pada pelaku industri sebagai praktisi, akademisi sebagai pemberi analisis dan pengamat untuk memberikan prediksi dan prospek yang akan dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan pelaku pariwisata yang bertujuan untuk membangun pariwisata nilai tinggi dari berbagai aspek,” kata Fatoer.

Ditambahkannya, Forwapar berkomitmen untuk menjadikan seminar Indonesia Tourism Outlook sebagai agenda tahunan. Dengan demikian, ITO mampu menginventariskan masalah-masalah pariwisata dan bisa langsung memfokuskan diri ke bidang-bidang permasalahannya. Sehingga pemerintah dan seluruh lembaga terkait mendapatkan evaluasi dan solusi atas segala masalah menyangkut pariwisata Indonesia saat ini, untuk peningkatan kualitas di masa mendatang.

“Selain itu menjajaki peluang dan tantangan pariwisata pada 2019, pertemuan ini juga meyakinkan pelaku pariwisata untuk lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai perubahan yang akan terjadi di tahun mendatang," ungkapnya. [traveltext.id]