Kawasan Tanjung Lesung Baru Tergarap 150 Ha dari Total 1.500 Ha

PROYEK Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung masih terus dalam progres pengerjaan. Sampai saat ini, lahan milik PT Kawasan Industri Jababeka Tbk tersebut baru tergarap 10% atau 150 ha dari total 1.500 ha.

Menurut Poernomo Siswoprasetijo, Direktur Utama PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) mengatakan bahwa sampai saat ini baru ada 3 investor yang masuk. Dari Jababeka, Australia dan dari Mongolia.

“Jababeka sendiri disebutnya telah berinvestasi sebesar Rp3 triliun sampai dengan 2018 ini. Sedangkan investor dari Australia dan dari Mongolia masing-masing berinvestasi sebesar Rp100 miliar dan Rp50 miliar. Adapun dari investasi dari Jababeka sudah digunakan untuk membangun hotel bintang empat dengan rincian 61 cottage dan 50 villa dengan total kamar 300 unit. Selain itu, juga ada lapangan golf, beach club, dive centre, air strip, dan infrastruktur dasar,” ujarnya.

Dikatakan, selain itu, ia menargetkan sampai akhir tahun nanti akan menyelesaikan 60 unit homestay, sekolah penerbangan, dan klub penerbangan. Sedangkan dari Australia berinvestasi di lahan seluas satu ha untuk membuat hotel dengan total 80 kamar dan Indonesian culture itu bentuknya rumah-rumah Jepara.

“Investor dari Mongolia membuat pusat pengenalan tentang Mongolia di atas lahan seluas 1 ha. Dari sana pengunjung dapat semakin mengetahui tentang kehidupan suku-suku di Mongolia," kata Poernomo.

Ditambahkannya, bahwa sebenarnya sudah ada investor dari BUMN yang masuk. Sayangnya, saya tidak bisa menyebutkan identitas dari BUMN tersebut dan nilai investasi yang diberikan. [kontan.co.id/photo special]