Konsep Sustainable Tourism Bagi Wisatawan Milenial Pecinta Lingkungan

KONSEP Konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dinilai menjadi jawaban yang sesuai bagi wisatawan milenial yang selama ini resah dengan kerusakan dan mereka yang sangat peduli pada kelestarian lingkungan.

Dalam upaya menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan sekaligus tetap aktif menjaga kelestarian lingkungan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan konsep sustainable tourism. Mengutip dari website UNESCO, pariwisata berkelanjutan didefinisikan sebagai kegiatan pariwisata yang menghormati masyarakat lokal, para wisatawan, warisan budaya serta lingkungan. Karena itu, tak heran jika Kementerian Pariwisata, menganggap laju perkembangan industri pariwisata mesti diiringi dengan kesadaran masyarakat dalam melestarikan objek wisata.

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan kita jangan hanya fokus pada investasi jangka pendek saja, tapi juga jangka panjang. Orang yang mikir jangka panjang, pasti akan mencoba melestarikan alam. Konsep ini juga dapat menjadi jawaban bagi keresahan para milenial yang identik dengan karakter peduli lingkungan.

“Dalam banyak kesempatan, saya kerap mendapat pertanyaan terkait objek wisata yang mulai mengalami kerusakan akibat ulah para pengunjung. Anak milenial secara natural sudah menganut sustainable tourism. Misalnya saya sering dapat pertanyaan tentang sampah di tempat wisata dari anak muda,” ujarnya.

Dikatakan, kita butuh para milenial yang sadar lingkungan dan sering memberikan feedback seperti ini. Sebagai solusinya, Kemenpar kini gencar melakukan kampanye Pariwisata Berkelanjutan dengan menjadikan jurus 3P (Planet, People, & Prosperity) sebagai acuan dalam pengembangan pariwisata.

“Aspek People merujuk pada keinginan wisatawan dengan mengajak mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lokal. Sementara aspek Planet merupakan kewajiban para wisatawan untuk turut serta merawat dan menjaga tempat-tempat wisata. Pembangunan juga mesti memperhatikan nilai-nilai ekonomis dari tempat wisata dan dampaknya pada penduduk lokal yang tertuang dalam aspek Prosperity,” katanya.

Ditambahkannya, selain itu, komitmen mempromosikan pariwisata berkelanjutan juga tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang mengadopsi standar internasional dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Karena itu, Kemenpar kini mendorong semua daerah yang menjadi destinasi wisata di Indonesia untuk berusaha mendapatkan sertifikasi pariwisata berkelanjutan sebagai syarat menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Sementara salah satu Travel Influencer, Gemala Hanafiah yang hadir sebagai pembicara pada kegiatan ini mengatakan upaya Kemenpar menggandeng para influencer lewat program Trip of Wonders adalah cara menarik untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan pada masyarakat, terutama kaum milenial.

“Dari Kemenpar sendiri sebenarnya sudah gencar mengampanyekan wisata sadar lingkungan, misalnya program Trip of Wonders yang melibatkan para influencer sesuai bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

Selain sebagai ajang mengampanyekan wisata berkelanjutan, acara ini juga bertujuan untuk menjalin kemitraan strategis dengan media sebagai salah satu unsur pentahelix pariwisata. Hal ini dikarenakan perkembangan pariwisata Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh citra yang dibangun oleh media. [traveltext.id/photo special]