Nomadic Tourism: Solusi Sementara Sebagai Solusi Selamanya

ADALAH Nomadic Tourism sebagai Solusi Sementara Sebagai Solusi Selamanya (5S). Tidak mungkin membangun berbagai destinasi yang begitu banyak di Indonesia jika menggunakan konsep yang lama, seperti Nusa Dua yang membutuhkan waktu 20 tahun.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan apablika kita bandingkan konsep Nomadic Tourism dengan Telkomsel. Telkomsel mengembangkan Pre-Paid, yang dulu saya desain sebagai solusi sementara. Sekarang justru menjadi solusi selamanya, 98% pelanggan telkom itu pre-paid service.

“Nomadic tourism sangat customer-centric sehingga harus mengetahui positioning-nya, yaitu dengan memilih market millenials. Market-nya adalah para millennials. Anak-anak muda mobile, digital dan interaktif. Mereka membutuhkan pengakuan, esteem needs, terutama melalui media sosial,” ujar Arief Yahya.

Dikatakan, Nomadic Tourism merupakan strategi Kemenpar untuk merebut wisman yang tahun ini ditargetkan 17 juta wisman dan 20 juta wisman pada 2019. Nomadic Tourism sebagai solusi dalam mengatasi keterbasan unsur 3 A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) khususnya untuk sarana amenitas atau akomodasi yang sifatnya bisa dipindah-pindah dan bentuknya bermacam-macam seperti glamp camp, home pod, dan caravan.

“Target Kemenpar adalah membangun 100 pasar digital di 34 provinsi dan 10 nomadic tourism (glamp camp, home pod, dan caravan) di destinasi unggulan. Saat ini jumlah backpacker yang kebanyakan adalah generasi millennials di seluruh dunia mencapai 39,7 juta orang. Peluang ini lah yang ingin ditangkap Kemenpar dengan menyediakan akomodasi nomadic tourism ini. [traveltext.id]