Ternyata Kisah 'Tenggelamkan' Menteri Susi Menginspirasi Peserta UWRF 2018

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menjadi narasumber dihadirkan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2018 benar-benar menarik minat peserta dari mancanegara. Tema 'Sink it' atau 'Tenggelamkan' memberikan banyak inspirasi buat peserta.

Sesi yang berlangsung selama 1,5 jam itu, dihadiri oleh ratusan pengunjung dari berbagai kota dan mancanegara. Susi juga bercerita mengenai kontrovesi dirinya terpilih sebagai menteri sampai sejarah pendirian Susi Air. Susi memulai ceritanya saat bagaimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkannya jabatan menteri. Susi mengatakan, permasalahan illegal fishing telah terjadi bertahun-tahun. Lalu dirinya mencari cara efektif agar para pencurian ikan tidak kembali ke Indonesia. Caranya dengan meledakkan kapal yang tertangkap melakukan ilegal fishing.

"Saya hanya mendapatkan brief selama 2 menit di jam 11 malam, sebelum pengumuman kabinet keesokan harinya dan saya sadar telah membuat Presiden Jokowi diprotes banyak orang. Pasalnya, latar belakang Menteri Susi terkait pendidikan,” ujarnya.

Dikatakan pak Jokowi waktu itu banyak diprotes. Karena Saya yang tidak lulus sekolah. Tidak, tidak, maksudnya Saya berhenti bersekolah. Saya berhenti sekolah karena tidak merasa cocok dengan sistem. Jadi saya belajar sendiri.

Isu lain yang dibahas Menteri Susi adalah persoalan sampah plastik. Menurut data yang dimilikinya, Indonesia jadi penyumbang terbesar kedua di dunia. Sebab itu, Susi gencar kampanye pentingnya laut yang sehat.

"Dibutuhkan semua pihak. Bukan hanya pemerintah tetapi dari otoritas paling kecil yang pada akhirnya dapat menyadarkan semua pihak pentingnya laut yang sehat. Masa depan Indonesia terdapat di laut," Kata Menteri Susi.

Di saat sesi diskusi, Menteri Susi mendapat pertanyaan menggelitik. Pertanyaannya terkait tato dan meme-meme Menteri Susi. Bukan Susi namanya bila tidak bisa menanggapi pertanyaan para pengunjung itu dengan santai.

"Tidak apa-apa punya tato, yang terpenting do a good job. Media sosial memang membuka diskusi dari negatif menjadi positif atau sebaliknya. Kalau mau tanya apa kunci sukses saya, adalah mengubah opinimu. Membuat tabu menjadi seperti hal biasa yang normal itu baik," papar Menteri Susi.

Namun bagi Menteri Pariswisata Arief Yahya, sosok Susi Pudjiastuti memang sangat mengispirasi. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Menteri Susi sangat memberikan dampak pada pariwisata Indonesia.

"Khususnya wisata bahari. Kami dalam mengembangkan destinasi wisata bahari. Dengan adanya potensi bahari yang kuat seperti Coastal zone (wisata pantai), Sea zone (wisata antar pulau), dan Underwater zone (wisata bawah laut), ibu Susi juga turut meningkatkan kualitas SDA dan SDM," terang Menpar Arief Yahya.

Selain itu, Menpar Arief Yahya menambahkan, pihak juga bersinergi dalam membangun pariwisata Indonesia bersama kementerian yang dipimpin Susi. Melalui MoU dengan Menteri KKP, sinergi lintas sektor antara Kemenpar dan KKP diperkuat untuk mencapai target 4 juta kunjungan wisman bahari di tahun 2019.

"Bahari Indonesia sangat kaya akan potensi wisata. Seperti panjang pantai kedua terpanjang setelah Canada, 80% koral di dunia hidup di Indonesia, dan ribuan pulau (±17.500 pulau) ada di Indonesia. Semua kekayaan itu tidak akan menjadi apa-apa jika tidak dikembangkan sebagai tempat wisata," tutur Menpar Arief Yahya.

Sekadar informasi, dalam UWRF 2018, ratusan penulis bergabung dengan tokoh dari berbagai latar belakang seperti aktivis, seniman, hingga jurnalis untuk berbagi cerita dan gagasan. Di tahun ke-15, UWRF telah menjadi salah satu ajang perayaan sastra, literature, dan seni terbesar yang paling dinantikan. Tahun lalu, 21 ribu orang hadir dalam acara yang digelar selama 5 hari ini. UWRF 2018 masih berlangsung sampai akhir pekan ini di beberapa lokasi di kawasan Ubud, Gianyar, Bali. Ada 180 pembicara yang mengisi ajang UWRF dari pukul 09.00 WITA sampai malam hari. [traveltext.id]MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menjadi narasumber dihadirkan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2018 benar-benar menarik minat peserta dari mancanegara. Tema 'Sink it' atau 'Tenggelamkan' memberikan banyak inspirasi buat peserta.

Sesi yang berlangsung selama 1,5 jam itu, dihadiri oleh ratusan pengunjung dari berbagai kota dan mancanegara. Susi juga bercerita mengenai kontrovesi dirinya terpilih sebagai menteri sampai sejarah pendirian Susi Air.

Susi memulai ceritanya saat bagaimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkannya jabatan menteri. Susi mengatakan, permasalahan illegal fishing telah terjadi bertahun-tahun. Lalu dirinya mencari cara efektif agar para pencurian ikan tidak kembali ke Indonesia. Caranya dengan meledakkan kapal yang tertangkap melakukan ilegal fishing.

"Saya hanya mendapatkan brief selama 2 menit di jam 11 malam, sebelum pengumuman kabinet keesokan harinya dan saya sadar telah membuat Presiden Jokowi diprotes banyak orang. Pasalnya, latar belakang Menteri Susi terkait pendidikan,” ujarnya.

Dikatakan pak Jokowi waktu itu banyak diprotes. Karena Saya yang tidak lulus sekolah. Tidak, tidak, maksudnya Saya berhenti bersekolah. Saya berhenti sekolah karena tidak merasa cocok dengan sistem. Jadi saya belajar sendiri.

Isu lain yang dibahas Menteri Susi adalah persoalan sampah plastik. Menurut data yang dimilikinya, Indonesia jadi penyumbang terbesar kedua di dunia. Sebab itu, Susi gencar kampanye pentingnya laut yang sehat.

"Dibutuhkan semua pihak. Bukan hanya pemerintah tetapi dari otoritas paling kecil yang pada akhirnya dapat menyadarkan semua pihak pentingnya laut yang sehat. Masa depan Indonesia terdapat di laut," Kata Menteri Susi.

Di saat sesi diskusi, Menteri Susi mendapat pertanyaan menggelitik. Pertanyaannya terkait tato dan meme-meme Menteri Susi. Bukan Susi namanya bila tidak bisa menanggapi pertanyaan para pengunjung itu dengan santai.

"Tidak apa-apa punya tato, yang terpenting do a good job. Media sosial memang membuka diskusi dari negatif menjadi positif atau sebaliknya. Kalau mau tanya apa kunci sukses saya, adalah mengubah opinimu. Membuat tabu menjadi seperti hal biasa yang normal itu baik," papar Menteri Susi.

Namun bagi Menteri Pariswisata Arief Yahya, sosok Susi Pudjiastuti memang sangat mengispirasi. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Menteri Susi sangat memberikan dampak pada pariwisata Indonesia.

"Khususnya wisata bahari. Kami dalam mengembangkan destinasi wisata bahari. Dengan adanya potensi bahari yang kuat seperti Coastal zone (wisata pantai), Sea zone (wisata antar pulau), dan Underwater zone (wisata bawah laut), ibu Susi juga turut meningkatkan kualitas SDA dan SDM," terang Menpar Arief Yahya.

Selain itu, Menpar Arief Yahya menambahkan, pihak juga bersinergi dalam membangun pariwisata Indonesia bersama kementerian yang dipimpin Susi. Melalui MoU dengan Menteri KKP, sinergi lintas sektor antara Kemenpar dan KKP diperkuat untuk mencapai target 4 juta kunjungan wisman bahari di tahun 2019.

"Bahari Indonesia sangat kaya akan potensi wisata. Seperti panjang pantai kedua terpanjang setelah Canada, 80% koral di dunia hidup di Indonesia, dan ribuan pulau (±17.500 pulau) ada di Indonesia. Semua kekayaan itu tidak akan menjadi apa-apa jika tidak dikembangkan sebagai tempat wisata," tutur Menpar Arief Yahya.

Sekadar informasi, dalam UWRF 2018, ratusan penulis bergabung dengan tokoh dari berbagai latar belakang seperti aktivis, seniman, hingga jurnalis untuk berbagi cerita dan gagasan. Di tahun ke-15, UWRF telah menjadi salah satu ajang perayaan sastra, literature, dan seni terbesar yang paling dinantikan. Tahun lalu, 21 ribu orang hadir dalam acara yang digelar selama 5 hari ini. UWRF 2018 masih berlangsung sampai akhir pekan ini di beberapa lokasi di kawasan Ubud, Gianyar, Bali. Ada 180 pembicara yang mengisi ajang UWRF dari pukul 09.00 WITA sampai malam hari. [traveltext.id]