Singapore Airlines Akusisi Saham Data Republic

TERNYATA Singapore Airlines (SIA) mengakuisisi saham minoritas Data Republic, perusahaan asal Australia, dalam upaya untuk meningkatkan kapabilitas digital perusahaan.

Menurut Singapore Airlines Senior Vice President Information Technology, George Wang mengatakan saham Data Republic diakuisisi melalui penempatan beberapa saham baru. Pernyataan tidak keberatan sudah diterima dari Dewan Peninjauan Investasi Asing Australia (Australian Foreign Investment Review Board) untuk pembelian saham tersebut.

“Senate, sebagai platform pengelolaan milik Data Republic, memungkinkan berbagai organisasi untuk bekerja sama secara aman pada proyek data bersama dalam lingkungan yang juga terjamin, dengan memanfaatkan teknologi untuk melindungi privasi, memberikan jejak audit dan menjamin keamanan data,” ujarnya.

Dikatakan, SIA akan bekerja dengan Data Republic dan mitra-mitranya dari Singapura dan Australia untuk menyediakan sarana praktis bagi berbagai organisasi dalam bekerja sama dan berinovasi dengan cepat menggunakan teknologi data sharing yang aman dan unik milik Data Republic

 “Singapore Airlines menyadari semakin pentingnya peran data yang memungkinan organisasi  memahami keinginan konsumen dengan lebih baik. Investasi kami di Data Republic menggarisbawahi komitmen kami dalam inovasi data melalui platform yang memanfaatkan teknologi untuk memastikan keamanan data dan privasi serta untuk meningkatkan kemampuan digital kami,” kata George Wang.

Ditambahkannya, SIA telah meningkatkan kemampuan digital secara signifikan melalui program bertahap yang telah memperlihatkan kemajuan yang besar. Program ini mencakup berbagai program pelatihan di seluruh perusahaan dan partisipasi karyawan dalam proyek-proyek inovasi pada group SIA.

“Membangun kemampuan digital melalui seleksi tenaga kerja TI (teknologi informasi) yang menyeluruh, merubah tata cara penyelenggaraan proyek TI menjadi lebih cepat, dan investasi dalam skala besar di infrastruktur TI; serta peningkatan kolaborasi dengan para pemimpin teknologi global, start-up, dan lembaga penelitian,” ungkapnya. [traveltext.id/photo special]